Saat tinggal satu giliran, rangkum semua tanda hijau, kuning, dan abu-abu. Contoh papan menunjukkan cara menyaring calon kata dengan teliti, sekaligus menghindari kesimpulan berlebihan dari pola huruf

Tebakan keenam sebaiknya menjadi hasil audit, bukan lompatan intuisi. Sebelum mengirim jawaban, rangkum huruf yang sudah pasti posisinya, huruf yang harus dipindahkan, dan huruf yang tidak punya salinan tersisa. Lalu cocokkan setiap calon kata dengan seluruh petunjuk itu. Jika tak ada calon yang jelas, jangan menganggap pola saja bisa menjamin kemenangan: Solo memberi enam tebakan, dan tebakan terakhir tetap bisa salah

Buat inventaris dari lima tebakan pertama

Urutan pemeriksaan

  1. Kunci posisi yang sudah tepat

    Catat huruf bertanda hijau di posisi yang sama. Pada tebakan keenam, posisi itu harus tetap dipenuhi

  2. Pindahkan huruf kuning

    Huruf kuning ada dalam jawaban, tetapi bukan di kotak tempat huruf itu ditebak. Pastikan calon kata menaruhnya di posisi lain

  3. Saring huruf abu-abu

    Tanda abu-abu berarti tidak ada salinan huruf yang belum terpakai. Bila huruf yang sama muncul lebih dari sekali, periksa tanda tiap kemunculannya: abu-abu pada satu salinan tidak otomatis menghapus salinan yang sudah ditandai hijau atau kuning

  4. Cocokkan seluruh pola

    Periksa calon kata dari posisi pertama sampai kelima, bukan hanya huruf yang paling mudah diingat. Satu huruf yang melanggar petunjuk cukup untuk mencoret calon tersebut

Contoh audit: pola yang mengarah ke sehat

Lima tebakan sebelum jawaban

✓ tepat di posisi, ↔ ada di jawaban tetapi posisinya berbeda, × tidak ada salinan tersisa tutup: ↔ × × × × minta: × × × ↔ ↔ dekat: × ✓ × ✓ ✓ berat: × ✓ × ✓ ✓ lezat: × ✓ × ✓ ✓

Setelah dekat, berat, dan lezat, posisi kedua adalah e, posisi keempat a, dan posisi kelima t. Polanya menjadi _e_at. Baris tutup memberi petunjuk tambahan: t yang ditebak di posisi pertama memang ada, tetapi harus pindah. Sementara itu, t kedua di kata tutup abu-abu karena tidak ada salinan tambahan yang tersisa. Ini contoh mengapa warna pada huruf berulang perlu dibaca satu per satu

Uji calon kata, jangan sekadar merasa cocok

Checklist untuk tebakan keenam

  • Tuliskan pola posisi yang sudah terkunci, misalnya _e_at
  • Pastikan semua huruf kuning masuk ke calon kata pada posisi berbeda dari tebakan asalnya
  • Singkirkan huruf yang tidak punya salinan tersisa, dengan memperhatikan huruf berulang
  • Cek kelima posisi calon kata terhadap semua baris, bukan hanya baris terbaru
  • Pilih calon yang konsisten dengan seluruh tanda, bukan kata yang hanya terdengar akrab

Dalam contoh ini, sehat cocok dengan pola: e berada di posisi kedua, a di posisi keempat, dan t di posisi kelima. Huruf t juga berpindah dari posisi pertama pada tebakan tutup. Namun, pola _e_at saja bukan bukti bahwa tidak ada kata lain yang mungkin. Kesimpulan harus berasal dari gabungan semua tanda, termasuk huruf yang tersisih dan jumlah salinannya

✳ Worduel

Pada contoh papan, apa kesimpulan yang tepat tentang t pada tebakan tutup?

Lihat jawaban

Pilihan 2 benar: t pertama bertanda ↔, jadi ada dalam jawaban tetapi bukan di posisi pertama. t kedua bertanda ×, yang menunjukkan tidak ada salinan t tambahan

Kalau masih ada beberapa kemungkinan

Jangan mengubah petunjuk agar cocok dengan satu tebakan yang disukai. Ulangi pemeriksaan, terutama pada huruf berulang dan warna dari baris awal. Jika beberapa calon tetap memenuhi semua tanda, akui bahwa papan belum membedakan semuanya. Tebakan keenam tetap hanya satu kesempatan, bukan langkah yang pasti menang. Jika kalah di Solo, Worduel memungkinkanmu mencoba lagi kata yang sama; kemenangan memberi kata baru, dan teka-tekinya tersedia tanpa batas

Sumber Worduel

  1. Worduel: Bahasa Indonesia ↗
  2. Worduel Tanpa Batas ↗

Diperbarui

Disusun dengan bantuan AI dan diperiksa berdasarkan aturan permainan

Markdown ↗