Warna petak menunjukkan posisi dan jumlah huruf, bukan sekadar huruf yang mungkin muncul. Gunakan petunjuk itu dengan cermat sebelum mengirim tebakan berikutnya
Petunjuk warna paling berguna saat kamu membaca setiap huruf secara terpisah. Hijau berarti huruf tepat di tempatnya, kuning berarti huruf ada dalam kata rahasia tetapi berada di tempat lain, dan abu-abu berarti tidak ada salinan huruf yang tersisa untuk petak itu. Kekeliruan membaca posisi, jumlah huruf berulang, atau ejaan bisa membuat petunjuk yang sebenarnya jelas terasa membingungkan
Jangan samakan huruf yang ada dengan posisi yang benar
Petak kuning bukan tanda bahwa tebakanmu hampir benar di posisi tersebut. Artinya, hurufnya memang termasuk dalam kata rahasia, tetapi petak yang kamu pilih bukan tempatnya. Sebaliknya, petak hijau mengunci huruf sekaligus posisinya. Saat membaca baris, catat dua hal berbeda: huruf mana yang sudah terbukti ada dan posisi mana yang sudah terbukti tepat
Cara menghindari salah baca posisi
- Pertahankan huruf hijau di tempat yang sama pada tebakan berikutnya
- Jangan letakkan huruf kuning kembali di posisi yang menghasilkan warna kuning
- Gunakan petak abu-abu untuk menyingkirkan huruf, dengan memperhitungkan kemungkinan huruf berulang
Contoh: satu huruf bisa muncul dua kali dalam tebakan
Membaca petunjuk dari tebakan
Baris tutup menunjukkan mengapa huruf berulang perlu dihitung, bukan sekadar ditandai sebagai ada atau tidak ada. Kata itu memuat dua huruf t, tetapi kata rahasia hanya menyediakan satu t. Jadi satu petak t mendapat kuning dan satu lagi abu-abu. Abu-abu pada petak kedua tidak membatalkan petunjuk kuning; petunjuknya menunjukkan bahwa tidak tersedia salinan tambahan
Buat catatan kecil sebelum mengirim tebakan
Pemeriksaan untuk setiap baris
Kunci huruf hijau
Salin huruf hijau ke posisi yang sama. Jangan menggesernya hanya karena tebakan baru terasa lebih masuk akal
Pindahkan huruf kuning
Catat hurufnya dan posisi yang harus dihindari. Coba tempat lain yang belum bertentangan dengan petunjuk sebelumnya
Hitung kemunculan huruf
Jika sebuah huruf muncul beberapa kali, perhatikan berapa petaknya yang berwarna. Satu petunjuk berwarna tidak otomatis membuktikan bahwa semua salinan huruf itu ada
Singkirkan huruf abu-abu dengan cermat
Jika huruf yang sama juga mendapat warna kuning atau hijau pada baris itu, jangan menghapus huruf tersebut sepenuhnya; yang tidak terbukti adalah salinan tambahannya
Periksa ejaan, bukan hanya bunyinya
Worduel memakai kata Bahasa Indonesia dengan huruf Latin a-z. Karena itu, tulis lima huruf sesuai urutan ejaannya, bukan berdasarkan perkiraan bunyi atau bentuk kata yang terasa mirip. Saat meninjau tebakan, baca hurufnya satu per satu dari kiri ke kanan. Cara ini membantu menemukan huruf yang tertukar atau terlewat sebelum kamu mengirim baris
Pemeriksaan ejaan yang praktis
- Pastikan tebakan berisi lima huruf
- Cocokkan tiap huruf dengan petunjuk warna, bukan dengan dugaan arti kata
- Baca ulang urutannya sebelum mengirim, terutama jika ada huruf yang muncul lebih dari sekali
Contohnya, jika petunjuk sudah memastikan e di posisi kedua dan a serta t di posisi keempat dan kelima, pertahankan susunan itu saat mencoba kata lain. Jangan mengubah posisi tersebut karena sebuah kata terdengar lebih familier. Petunjuk warna memberi informasi tentang huruf dan tempatnya; ejaan tebakan tetap perlu kamu periksa sendiri
Cek pemahamanmu
Dalam tebakan tutup, satu t berwarna kuning dan t lainnya abu-abu. Apa kesimpulan yang tepat?
Lihat jawaban
Pilihan kedua benar: satu t kuning membuktikan bahwa t ada di posisi lain, sedangkan t abu-abu menunjukkan tidak ada salinan kedua yang tersedia dalam kata rahasia